Dasar-dasar Pengertian Hospitaliti dan Pariwisata

0
1570

Setelah diajarkan lebi dari setengah abad lamanya, akhirnya pariwisata diakui sebagai suatu ilmu yang mandiri dan telah disosialisasikan pada tanggal 2 April 2008 yang lalu, melalui Himpunan Lembaga Pendidikan Pariwisata Indonesia (HILDIKTI-PARI). dengan diakuinya pariwisata sebagai suatu ilmu yang mandiri, terbuka peluang bagi Sekolah Tinggi Pariwisata dan suatu universitas membuka Fakultas Pariwisata untuk menyelenggarakan pendidikan Program Sarjana S-1, S-2 dan S-3 sekaligus secara terintegrasi, tidak seperti selama ini pendidikan lanjutan pariwisata dititipkan pada payung ilmu lain.
Pengakuan terhadap pariwisata suatu ilmu yang mandiri, merupakan era baru dalam penyelenggaraan pendidikan pariwisata di Indonesia. Selama ini lembaga pendidikan pariwisata yang ada (Akademik, Program D-1, Program D-2 dan Program D-3), baru sempat menididik SDM untuk kebutuhan industri pariwisata dalam melayani wisatawan yang datang berkunjung ke Indonesia. Jadi, selama ini kita baru sempat mendidik kelas “pelayan”, belum sempat mendidik pemikir, perencana, pengembang, pemasar dan ahli ekonomi atau ahli hukum pariwisata, untuk menggali dan mengembangkan potensi pariwisata yang tersebar pada setiap pelosok tanah air.
Diwaktu yang akan datang, di luar lima pulau terbesar diprediksi akan dikembangkan menjadi destinasi One Island, One Resort, dengan prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development). Disinilah pentingnya pendidikan tinggi pariwisata yang diharapkan mampu mendidik SDM pariwisata yang memiliki kompetensi dan profesional dalam bidangnya. Tak perlu menunggu 50 tahun lagi untuk mendapat SDM berkualitas dalam industri pariwisata Indonesia.
link katalog online